28 July 2016

Laneige Lip Sleeping Mask : REVIEW



Sejak dulu, untuk sehari-hari aku lebih senang memulas lip tint di bibir daripada menggunakan lipstick. Selain hasilnya lebih terlihat alami, aku sebetulnya agak kurang suka dengan sensasi bibir yang tertutup lipstick. Jatuh cinta berawal dari sejak mengenal Lip Tint keluaran The Body Shop.

Trend make up korea kemudian membawa pula banyak jenis lip tint ke Indonesia. Aku pun ikut mencoba beberapa merk lip tint korea yang masuk ke Indonesia. Tapi sayang, impresi pertamaku agak kurang baik dengan liptint - liptint tersebut yang kebanyakan menyisakan bercak merah di bagian dalam bibir. Bercak itu menimbulkan ilusi bibir berdarah atau tidak sehat, padahal hanya "stain" yang tertinggal di lipatan-lipatan bibir. Aku baru menyadari kemudian, bahwa mungkin saja ini karena aku kurang peduli pada perawatan dan kesehatan bibirku. Padahal aku sudah pakai lipbalm sebelum mengaplikasikan lip tint. Ternyata, lipbalm saja belum cukup.

Dari situ muncul rasa penasaran mencoba produk lipcare untuk memperbaiki kondisi bibir. Dari banyak review yang aku lihat, ada satu produk yang sangat menggoda: Laneige Lip Sleeping Mask. Aku cukup terkesan karena hasil produk ini sudah terasa di pemakaian pertama.



Konsistensinya seperti lip balm pada umumnya, hanya saja sedikit lebih light karena base produk ini memang air. Tapi setelah diaplikasikan ke bibir, tetap terasa tebal walaupun tidak se-lengket lipbalm pada umumnya. Bagi yang tidak biasa dengan lipcare product, mungkin sedikit terganggu. Buat aku, ini sama sekali bukan masalah. Karena sejak awal aku memang mencari produk untuk menghidrasi bibir. Jadi seperti apapun rasanya, kalau hasilnya bagus ya aku akan tetap pakai.


Aku memakai produk ini biasanya 30 menit sebelum tidur. Dan, ini dia nih.. Produk ini dilengkapi dengan spatula kecil. Spatula ini jadi benda paling cute dan imut di vanity ku sekarang hahahah.. Aku cinta bangeeeeet sama spatulanya. Rasa tebal dan lengket yang aku bilang tadi hanya di awal kok. Lama kelamaan, produk ini akan "meleleh", menyerap dan terasa nyaman di bibir. Masker bibir ini terbuat dari 8 jenis berry seperti raspberry, strawberry, cranberry, blueberry, gojiberry, soapberry, cloudberry, dan  coffee berry yang semuanya kaya akan antioksidan. Ngga heran kalau esoknya ketika bangun di pagi hari, aku membersihkan residu produk ini dengan tissue wajah. Bibirku langsung halus dan lembab seketika setelah dibersihkan. Nggak ada lagi cerita liptint meninggalkan bercak di lipatan bibir, karena sekarang bibirku sudah jauh lebih sehat.
 
Nilai plus berikutnya, apalagi kalau bukan wanginya yang manis tapi nggak menyengat. Aku malah seneng banget nyiumin wanginya hahaha. Produk ini juga bisa dijadikan sebagai lipbalm kok, asal pakainya tipis-tipis aja ya...

Dari segi packaging, jangan ditanya. Semua produk laneige dikemas dalam packaging yang sangat modern dan nggak macem-macem, begitu juga dengan produk ini. Dikemas dalam frosted jar kecil yang warnanya juga super cantik. Bikin nggak bosan dilihat walau diletakkan di vanity begitu saja. Selain spatula imut tadi, di dalamnya juga ada penutup tambahan untuk memastikan produk ini tetap higienis saat disimpan. Oiya, aku beli produk ini di Althea Korea. 

Setelah mendapat hasil yang baik dari pemakaian laneige lip sleeping mask ini, aku juga rajin mencari resep-resep scrub alami untuk membantu merawat bibirku juga. Nanti aku posting juga yaaa resep diy lipscrub yang sering aku buat..

Kalau kamu, apa sih produk lipcare andalanmu? :)

20 June 2016

INEZ COSMETICS PROFESSIONAL EYESHADOW PALETTE REVIEW


 Untuk urusan make up, aku memang paling seneng bermain-main di daerah mata. Aku pada dasarnya senang bermain warna, dan menurutku, sektor mata yang paling memungkinkan untuk dieksplorasi dengan warna.

Eyeshadow palet keluaran internasional memang banyak yang bagus. Tapi kalau ngomongin eyesahdow palet lokal yang bagus? nanti dulu.

Kebanyakan eyeshadow lokal punya masalah di pigmen yang kurang keluar pada pilihan warna-warna matte nya, tapi nggak buat brand lokal yang aku mau bahas di postingan kali ini.

Yep! Inez Cosmetics!

Sudah cukup lama sih aku kenal eyeshadow Inez. Yang memperkenalkan pertama kali siapa lagi kalau bukan mama :) paletnya yang berisi 4 warna sudah lama jadi favorit mama. Belakangan, brand ini jadi hangat lagi diperbincangkan, aku jadi tertarik untuk beli Inez Proffesional Eyeshadow Palette.

Dari segi kemasan, palet ini dikemas beda dengan produk inez lain yang kebanyakan berwarna biru. Palet ini dikemas sangat sleek, nggak macem-macem, hanya kemasan plastik berwarna hitam polos. Aku suka banget.





Ketika kemasannya dibuka, Ada plastik yang menjelaskan warna-warna dari tiap pan nya. Sebagai saran aja, mungkin akan lebih terlihat mewah dan praktis kalau nama-namanya built in saja pada kemasannya. Tapi nggak terlalu jadi masalah, karena menurutku eyeshadow ini kualitasnya luar biasa. Ketika kebanyakan brand lokal memiliki kualitas eyeshadow matte yang kurang memuaskan, kualitas Inez bisa dibilang masih yang terdepan. Shimmer maupun matte sama-sama bagus. Urusan pigmentasi? jangan ditanya. 


 Kalau saja eyeshadow ini punya pilihan warna-warna yang lebih electric dan neon-ish pasti seru banget!

Untuk yang penasaran gimana warnanya ketika menempel di permukaan kulit, here's a quick look!





 Warna-warna yang aku swatch sesuai urutan dari kiri ke kanan:

Charcoal Black
Pale Grey
Pure Pearl
Pale Rose
Vivid Volet
Ultramarine
Bright Turquoise
Dark Fern
Forest Green
Buttercup
Crimson
Egyptian Sable
Cognac
Raw Chestnut
Natural Peach 
 

See, semua warnanya pigmented banget, kan? swatches ini dibuat tanpa menekan ke produknya sama sekali. Aku cuma memulas jari-jariku mengambang di permukaan eyeshadownya.


Cukup buttery dan untuk ukuran warna yang se-intense ini, falloutnya terbilang sedikit. 
Aku mencoba membuat look smokey purply brown menggunakan vivid violet dari palet inez cosmetic proffesional eyeshadow ini menggunakan base warna cokelat metalik agar warnanya lebih warm. Ini dia hasilnya:


Palet ini hadir dalam dua pilihan kombinasi warna, yang satu lagi warna-warnanya lebih natural. Tapi aku belum coba karena belum nemu dimana-mana.

Untuk penggemar make up mata, palet lokal ini salah satu must-have local products!


25 April 2016

MY DAILY MAKEUP : LESS IS MORE


Kemarin aku sempet posting daily makeup ku dalam satu foto di instagramku dan ternyata banyak juga mendapat respon. Jadi aku buat aja deh ya tulisan yang menjelaskan lebih detail tentang produk yang ada di list daily make up ku.

1. Evian Facial Spray

Aku biasanya pakai ini setelah rangkaian skin care setelah mandi. Evian ini masih paling oke untuk menghidrasi kulit wajah dan suka aku re-apply kalau wajah sudah mulai nggak enak di siang hari.
'

2. Emina Beauty Bliss BB Cream dan Emina Cheeklit Cream Blush

Keduanya sudah pernah aku review disini. Aku lagi pakai BB Cream Emina ini untuk make up sehari-hari karena terasa ringan. Coveringnya memang nggak terlalu berat tapi justru itu yang aku suka. Sedangkan Cream Blush nya aku suka karena kita bisa mengontrol intensitasnya kalau tau trik pemakainnya. Jadi, kalau mau dapat warna yang lebih intense, langsung set dengan bedak setelah diaplikasi di pipi. Sedangkan kalau mau lebih sheer cukup dibiarkan sampai dia set dengan sendirinya.

3. Skin Food Buckwheat loose Powder

Ini Loose Powder yang sudah aku pakai setahun belakangan ini dan suka banget. Cukup oke untuk nge-set semua yang aku pakai sebelumnya dan lagi-lagi RINGAN. Wanginya juga enak banget :)

4. Revlon Wet / Dry Shadow

Eye Shadow ini sudah di-discontinue oleh Revlon. Tapi aku suka banget palet ini karena warnanya neutral dan versatile. Jadi selalu bertengger di pouch make up ku. Fall out nya? ada tapi bisa ditoleransi kok. Itu dia makanya aku lebih suka make up mata diselesaikan lebih dulu supaya bisa membersihkan fall out.

5. Maybelline Fashion Brow

Aku memang cuma suka produk alis yang keras supaya bisa mengontrol produknya jadi nggak ketebelan. Aku cukup nggak paham sih sebetulnya sama meniban rambut-rambut alis dengan produk make up sampai tertutup sempurna. Mungkin cocok di beberapa orang tapi nggak di aku hahahhaa. Makanya aku suka pensil alis yang keras jadi nggak bikin alis jadi tebal.

6. Make Over Pencil Liner Black Jack

Kayaknya banyak banget deh yang suka sama eyeliner ini. Creamy dan hitam banget jadi gampang pengaplikasiannya. Jangan lupa beli rautannya juga ya karena akan susah banget kalo diraut dengan rautan pensil biasa.

7. The Body Shop Lip & Cheek Stain

Aku sudah pakai produk ini dari lama banget. Bertahun-tahun pokoknya. Meskipun udah banyak produk liptint sejenis (apalagi deretan make up korea) yang berlomba-lomba memproduksi lip tint, aku tetep keukeuh pakai punya TBS. Merasa formulasi TBS ini lebih aman aja hehehe. 

8. Maybelline The Colossal Volum Express Mascarra

Maskara maybelline memang belum ada lawan yah untuk drugstore product. Aku paling suka yang botol kuning ini. Aku tambahin juga 2 tetes lavender Young Living Essential Oil yang konon bisa bikin bulu mata tambah panjang. Nanti aku update deh hasilnya soalnya bulu mataku sungguh pendek banget.

***

Semoga reviewnya membantu, ya..

Love,
Viane


Hair Care Routine Rambut Rusak dan Berketombe (Damage Hair)

Siapa disini yang udah desperado banget sama rambutnya?

Mungkin kondisinya sama (atau mungkin aku lebih parah kali ya hahahha) sama rambutku beberapa bulan lalu sebelum aku ketemu sama serangkaian produk haircare routine ku ini:

 

 Sebelumnya, kenalan dulu yuk sama rambutku.
Waktu kecil rambutku masuk kategori Wavy. Dari umur 5 tahun kayaknya udah di"bombardir" sama produk-produk herbal sama ibu dan nenek. Dari minyak urang-aring, minyak kemiri, minyak cem-ceman dan segala rupa minyak-minyakan karena waktu kecil dulu rambutku tipissss banget. Helainya juga halus-halus. Makanya dibombardir sama segala produk herbal jaman dulu supaya tumbuh subur. Hasilnya memang waktu kecil dulu rambutku subur sekali.

Sampe tibalah aku di masa remaja (ceile). Mulai deh ikut-ikut rebonding, smoothing, coloring dikombinasikan juga sama tingkat ke-stress-an hahahaha jadilah lama-lama rambutku rusak. Tapi aku sebetulnya nggak pernah ambil pusing sih.. Sampai habis nikah kemarin, aku ngerasa rambutku sudah ada di titik paling rapuh dan jelek banget. Kering di helai-helainya dan syuper berminyak dan kotor di kulit kepalanya. Stress abis!

Sampai-sampai di kamar mandi suka tersumbat karena rambutku rontok banget. Aku juga suka ngeluh sama suami dan bertanya-tanya kenapa sih sebetulnya rambutku? apa kepanjangan ya? karena sudah hampir pinggang juga panjangnya.

Akhirnya, aku memutuskan untuk memulai pencarian produk apa sih yang bisa memperbaiki semua kerusakan ini? Jiwa ibu rumah tanggapun teriak-teriak untuk cari produk yang murah meriah aja biar kalau ketergantunganpun nggak jebol-jebol banget deh dompet.

Setelah serangkaian produk yang aku foto diatas tadi dipakai beberapa lama, aku mulai merasakan perubahan cukup drastis. Nggak tunggu lama-lama lagi, akhirnya aku memapas rambutku sampai sebawah bahu supaya nggak terlalu susah merawatnya. Dan ini kondisi rambutku setelah dipotong belum lama ini:


 Amat sangat terasa deh perubahannya. Sudah nggak ada lagi deh rambut-rambut rontok yang bahkan suka nyangkut di sisir. Udah nggak ada cerita lagi deh rambut berketombe dan terasa kotor dengan interval keramas yang terjaga. 

Sekarang aku mau me-review produk-produknya ya. Ini semua produk rambut yang aku pakai, cocok dan membawa perubahan di aku:


1. Mustika Ratu Shampoo Bayam

Sejauh ini, ini shampo paling cocok dan aku bahkan udah beli cadangan kalau-kalau yang ini habis hehehe. Shampo ini mengandung ekstrak bayam. Tapi bukan berarti wanginya macem sayur mayur yah. Ini wanginya seger banget dan tahan lama. Ngingetin aku sama wangi shampo salon. Jangan mengharapkan rambut yang halus lembut bak satin sutera setelah pemakaian. Ini malah cenderung bikin rambut kaku tapi ITULAH POIN PLUSNYA! 

Kulit kepala aku cepet banget berminyak jadi paling tidak harus keramas 2 hari sekali karena di hari kedua udah super lepek. Makanya aku kurang cocok sama shampo yang konsistensinya aja udah creamy. Tapi formulasi shampo ini menahan minyak di rambutku jadi nggak berlebih lagi, jadi terasa jauh lebih sehat karena minyak yang keluar sebatas normal.

triknya, aku hanya mengaplikasi dan memijat kulit kepala saja saat shampoan bukan ke batang rambutnya. Untuk batang rambut adalah tugas produk selanjutnya ;)


2. Pantene Pro-V 3 Minute Miracle Conditioner Total Damage Hair

Ini cocok deh dimasukkan ke dalam daftar keajaiban dunia saking bagusnya hahaha. Review dari beauty blogger juga sejauh ini belum ada yang jelek soal conditioner ini.

Membantu sekali melembutkan rambut yang sudah terlanjur cocok dengan shampo bayam Mustika Ratu. Menurutku, mereka berdua adalah pasangan dari syurgaaaa.

Kalau pake conditioner ini jangan langsung dibilas yah. Tunggu dulu sampai 3 menit sebagaimana nama produknya kaaan, sambil kita sabunan atau senam-senam (???)
baru deh habis itu dibilas hingga bersih.


3. Cultusia Avocado Creambath

Untuk creambath / hairmask sebetulnya di aku produk apapun cocok-cocok aja. Aku pakai bergantian dengan hair masknya watson yang strawberry yoghurt. Produk hairmask atau creambath juga aku pakai hanya di setengah panjang rambut tengah hingga ujung rambut, tidak di kulit kepala.



4. My Lea Hair Tonic Anti Dandruff

Aku suka sama produk ini karena ringan banget di kulit kepalaku. Aku pakai ini saat rambutku setengah kering. Wanginya banyak yang nggak suka, tapi anehnya menurutku ini seger banget dan nggak mengganggu kok. Sebentar aja kering dan nggak ada wanginya lagi.

Masalah kulit kepala yang kotor udah lama sekali jauh-jauh dari aku. Aku super cinta sama produk ini pokoknya. Seneng ya ternyata merawat rambut nggak harus pakai produk mahal kok. Aku bersyukur banget karena cocok pakai produk-produk ekonomis yang membawa banyak perubahan baik di aku. yay!

\

5. L'oreal Extraordinary Oil

Kalau beberapa produk tadi penyelamat kulit kepalaku, nah yang ini penyelamat helai-helai rambutku. Wanginya floral banget karena memang terbuat dari ekstrak 6 jenis bunga. Aku pakai 1 pump sebelum rambut mengering setelah keramas dan selanjutnya pakai setelah di styling untuk memberi kilau.

 Nggak ada cerita lagi deh helai-helai rambut kering. Setelah potong rambut kemarin akau pakai ini hampir setiap hari. Oil ini juga yang bikin rambutku nggak nge-frizz lagi saat pakai shampo.
Formulasinya terasa rich sekali jadi di pemakaian pertama kali pun udah terasa banget bedanya. 

Produk yang semua orang aku rasa harus banget nyoba deh..

 6. The Body Shop Mango Beautifying Oil

Aku pakai ini hanya di ujung-ujung (bener-bener di 5cm ujung akhir) rambutku. Seperti aku bilang di awal helai rambutku tadinya kering banget. Makanya aku butuh sesuatu yang nggak bikin kaku ujung-ujung rambut jadi aku pakai oil ini. Selain bisa untuk rambut, bisa untuk wajah dan badan juga loh..


7. Makarizo Hair Energy Hair Fragrance

Wanginya segerrrrrrr... dan itu kan yang dicari dari hair fragrance: wanginya!
Suamiku juga suka banget jadi dia suka pakai juga (padahal botak) hahaha. Dan karena sekarang dia lebih sering naik motor ke kantor ketimbang bawa mobil, produk ini juga suka dia pakai untuk semprot-semprot helmnya.

Wanginya cukup nahan kok, apalagi buat kamu yang nggak suka pakai dry shampoo karena residunya yang ganggu.


***

 Jadi itu dia serangkaian produk yang lagi aku pakai sekarang minus foto beberapa hairmask yang suka aku pakai tapi ngga mungkin difoto semua lah ya hehehe.

Oiya selain pakai produk-produk tadi aku juga suka pakai D-I-Y Hairmask sebagai selingan. Kapan-kapan yah aku posting.

Semoga membantu teman-teman yang juga sedang dalam pencarian yah. Selamat berpetualang!

 Love,
Viane

Photos by husband




08 April 2016

SNIFF SNIFF.. (3 Wewangian terakhir yang baru dihabiskan)


Holla!

Cukup susah ya ternyata mencari botol-botol parfum tersisa yang emang wanginya saya suka banget. Ini agak aneh sih, tapi memang makin kesini saya lebih suka pakai fragrance mist / body mist aja ketimbang parfum. Makanya kumpulan botol parfum itu banyaknya waktu saya kuliah kayaknya. 

Parfum pertama banget yang saya pakai ICE DROP nya AIGNER. Yak, dulu saya suka banget wewangian tajam yang mirip wangi cowok. Tapi sekarang lebih suka wangi-wangi citrus atau floral-fruity. Ini 3 parfum terakhir yang saya sudah habis saya pakai:

Moschino Funny!

Ini varian kedua yang saya coba dari Moschino. Sempet pakai MOSCHINO  I LOVE LOVE juga (yang botolnya supercute). Banyak yang bilang parfum ini wanginya kayak D&G yang Light Blue. Menurut saya Moschino Funny sih lebih kuat dan lebih playful. Karena dilaunching saat Spring 2007, makanya wanginya lebih ke citrus, floral, dan kekayuan. Ini salah satu wewangian favorit saya sejauh ini.

The Body Shop White Musk Smokey Rose EDT

Cuma saya aja di dunia ini apa gimana sih yang nggak suka wangi White Musk originalnya The Body Shop? hehehe.. tapi bener deh, mungkin karena terlalu banyak yang pakai kali ya. Tipikal wangi-wangi bedak dan musk gitu sih saya suka aja sebenernya. Tapi white musk nya TBS bener-bener banyak bangetttttt yag pakai dan gampang teridentifikasi. Beda banget sama White Musk Smokey Rose yang wanginya lebih sexy. Saking sukanya habisnya sampai cepet banget deh seingetku. Dan karena wanginya yang "agak" berat, kayaknya lebih cocok dipakai untuk malam hari.

The Body Shop Madagascan Vanilla Flower

Saya jatuh cinta deh sama staying powernya yang edan. Wanginyapun lebih kuat vanillanya dibanding bunganya. Saya termasuk fans berat Vanilla Perfume Oil dari TBS. Kalau main ke Singapore atau transit di Kuala Lumpur pasti yang dituju paling duluan adalah counternya TBS untuk berburu vanilla Perfume Oil. Nah, menurut saya ini wanginya mendekati Vanilla nya TBS tapi versi lebih ringan dan lebih floral. Tersuka!

Yak, itu dia 3 wewangian terakhir yang baru saja habis saya kosongkan botolnya. Ada yang pernah pakai varian yang sama? Boleh share lho...

:)

Love,
Viane




27 March 2016

@gulaajawaa on TABLOID MOM AND KIDDIE!

Yeayyyy!! Salah satu berita baik minggu ini: @gulaajawaa berkesempatan untuk tampil di rubrik MOM'S GEAR tabloid MOM and KIDDIE edisi 16 tahun X.
Haru banget ngeliat design layout nya yang keren, dan bayi-bayiku berjajar apik segede-gede alaihim gambreng disitu. 

Special thanks to: Mbak Deppy from Mom and Kiddie

aku bahagia.. 😊


17 March 2016

DIY BOTTLECAP FLOWER HAIRCLIP ( MEMBUAT JEPIT RAMBUT DARI TUTUP BOTOL )

 Hej!

Sudah siap kletak kletik bareng hari ini?

 Suka gemes nggak ngelihat tutup botol yang dibuang begitu aja jadi sampah?
beberapa waktu lalu saya dan suami sempet jajan mie ayam di deket rumah. Dari rumah memang sudah niat banget minta tutup botol untuk berkreasi. Ketika tanya ke penjualnya, sampah tutup botol memang hanya biasa dibuang begitu saja. Jadi Mas Modjo dapat satu plastik tutup botol secara cuma-cuma. Yay!

Sekantung tutup botol itulah yang akan jadi bintang utama di DIY kali ini. Ternyata, bisa banget kok tutup botol ini dijadikan kreasi jepit rambut yang cantik. Mau ikut buat sama-sama nggak? Siapin dulu alat dan bahannya ya..


 yang dibutuhkan untuk DIY kali ini adalah:


1. Tutup botol minuman




2. Jepit Rambut Besi




3. Kain Perca



 4. Pensil



5. Cetakan bentuk bulat kira-kira diameter 8cm dan 6cm


6. Gunting


7. Benang dan Jarum Jahit


8. Glue Gun



Nah, kalau bahan dan alat-alatnya sudah siap semua, tinggal kumpulin niat dan hati yang gembira. Kalau semua sudah siap, yuk langsung bikin aja!



***

Langkah pertama, cetak bagian buruk kain perca yang dinginkan untuk membuat kelopak bunga dan bagian tengah bunga. Warnanya boleh senada, boleh juga bermain tabrak warna dan motif seperti pilihan saya kali ini.

Bagian kelopak bunganya berdiameter 8cm dan butuh 6 kelopak untuk setiap bunganya. Sedangkan bagian tengah bunga yang akan menyelimuti tutup botol berdiameter 6cm.






Setelah dicetak, digunting mengikuti pola tadi.




ini dia hasilnya setelah semua kain digunting. 12 lingkaran untuk kelopak dan 2 lingkaran yang lebih kecil untuk bagian tengah bunga:




Sekarang, mulai masuk ke tahapan yang lebih seru. 
Lingkaran kelopak tadi dilipat menjadi dua bagian.







Setelah  membentuk setengah lingkaran, jahit tepian lengkungnya dengan tusuk jelujur


Hasil jahitnya nanti akan membentuk 1 buah kelopak. Teruslah menjahit kelopak lain sambung-menyambung hingga 6 buah kelopak habis seluruhnya.






Tinggalkan dulu kelopak bunga yang sudah hampir selesai tadi. Sekarang siapkan tutup botol, kain perca lingkaran kecil, dan glue gun.

Selimuti tutup botol dengan perca tadi, lalu lipat bagian tepi kain ke dalam tutup botol lalu rekatkan sedikit demi sedikit dengan glue gun. Tipsnya, sewaktu merekatkan kain harus agak ditarik agar hasilnya lebih rapi.


Setelah semua bagian tutup botol tertutup, rekatkan dengan kelopak bunga tadi menggunakan glue gun. Lakukan hal yang sama dengan bunga yang satunya.

Setelah 2 buah bunga siap, maka sekarang tinggal direkatkan dengan jepitan besinya menggunakan glue gun.






Tekan-tekan bunga dan jepitan besi agar merekat dengan sempurna. Kemudian, rapikan posisi kelopak yang saling bertumpukan agar lebih rapi.


Seperti ini hasilnya jika dilihat dari bagian belakang:


Jepit bunga dari tutup botol pun siap melengkapi penampilan kamu..



Seperti yang saya sudah bilang tadi, saya lebih suka padu padan perca yang bertabrakan motif dan warnanya. Jadi tantangan berbeda lagi memadukan motif yang nggak sama tapi tetap enak dilihat. Selain itu, bermain dengan warna warna juga bisa jadi terapi penghilang stress, lho!

Jangan lupa dicoba ya...
Oiya, Kalau nanti sudah dicoba, boleh juga kok di Link Back ke blog ini, atau post di instagram dan tag @helloviane ya...

Terimakasih..



Love, 
Viane


Photo by: Le Husband